Buat kamu yang aktif di media sosial, pastinya tahu tentang kasus plagiarisme yang tengah terjadi. Channel Youtube Calon Sarjana ketahuan mengambil ide, model video, sampai thumbnail dari JTtheYoutuber. Hal ini membuat mereka dirundung netizen baik di kolom komentar Youtube maupun di jagat twitter.

Semua bermula dari kicauan JTtheYoutuber di akun twitternya @JTonYouTube yang membuktikan Calon Sarjana terang-terangan memplagiat konten youtube yang dia ciptakan.

Hal ini kemudian berlanjut ke netizen yang satu persatu mulai menginvestigasi dan membuktikan tuduhan plagiarisme tersebut. Secara perlahan netizen membuat kasus ini menjadi viral dan trending topic.

Reza Arap Oktovian, salah satu Youtuber kondang Indonesia, turut berkomentar atas kejadian ini. Dalam akun twitternya, @ybrap, dia membeberkan fakta aksi plagiarisme Calon Sarjana membuat mereka jadi salah satu channel besar di Indonesia dengan 12 juta subscriber.

Menanggapi segala hal tersebut, Calon Sarjana, akhirnya mengakui perbuatannya dan meminta maaf via akun twitter @calonSarjanaaa. Mereka membuat rentetan kicauan minta maaf karena memakai ide, cuplikan video, dan thumbnail tanpa izin dari pembuatnya.

Respons cepat pun mereka lakukan dengan menambahkan daftar sumber di kolom deskripsi video. Meski begitu, netizen tampak belum puas. Banyak yang ingin semua yang terlibat di channel Calon Sarjana menunjukkan muka dengan membuat video minta maaf serta menghapus seluruh video sebelumnya.


Apa Arti Plagiat dan Plagiarisme?

Berdasarkan KBBI,

plagiarisme memiliki arti penjiplakan yang melanggar hak cipta.

Sementara, plagiat berarti pengambilan karangan, seperti pendapat, ide, atau karya, orang lain dan menjadikannya seolah-olah buatan sendiri. Seperti menerbitkan karya tulis orang lain atas nama diri sendiri.

Pihak atau orang yang melakukan hal ini disebut plagiator.


plagiarisme

Mengapa orang melakukan plagiarisme?

Plagiarisme terjadi karena orang inginnya kemudahan dalam membuat dan mendapatkan sesuatu. Bahasa kasarnya tinggal ambil beberapa, modifikasi sedikit, dan klaim milik sendiri. Kemajuan teknologi berimbas kepada musnahnya usaha bekerja manusia. Hal yang memicu adalah kurangnya tindakan dari pihak berwajib soal hal ini. Persoalan plagiarisme masih dianggap hal sepele.


3 Cara Mencegah Plagiarisme yang Simple

Untuk kamu yang ingin atau sudah terjun ke dunia content creator, kami ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan guna mencegah terjadinya plagiarisme.

1. Selalu mencantumkan sumber

Selalu Mencantumkan Sumber

Jika kamu ingin membuat konten, selalu cantumkan sumber dari mana kamu mendapatkan ide tersebut. Bisa dari blog seseorang, konten orang lain, dan juga buku bacaan. Penyantuman sumber juga tidak serumit daftar pustaka di skripsi, yang penting jelas dan orang bisa mengartikan dengan mudah.

Kalau kamu menemukan orang yang kebetulan memiliki pola pikir yang sama denganmu, lakukan beberapa modifikasi untuk menghindari tuduhan plagiarisme. Bisa juga brainstorming dengan orang lain untuk menemukan ide baru.

2. Taruh watermark di karya

Taruh watermark di karya

Salah satu penanda hak milik seseorang dalam karya adalah memasukkan watermark. Namun, kebanyakan orang tidak menggunakannya karena dianggap merusak estetika karya, khususnya untuk karya berupa visual.

Untuk mengatasinya kamu bisa menaruh watermark di bagian yang terasa tak mengganggu visual, seperti pojokan gambar dan video. Usahakan selalu menggunakan tanda yang sulit dimodifikasi orang atau di-crop.

3. Menggunakan aplikasi pengecek plagiarisme

Menggunakan aplikasi pengecek plagiarisme

Untuk mengetahui karya kamu dijiplak atau tidak, kamu bisa menggunakan beberapa aplikasi untuk membuktikannya. Kamu bisa copy dan paste satu paragraf ke dalam aplikasi yang kemudian otomatis mencari kata-kata yang sama. Beberapa situs yang bisa kamu coba adalah smallseotools.com, duplichecker.com, dan plagiarismdetector.net.

Untuk karya visual seperti gambar, bisa mencoba layanan pencarian gambar google. Kamu bisa langsung mencoba dengan mengklik kanan gambar dan pilih “Search Google for Image”. Hasilnya adalah beberapa gambar yang dianggap memiliki metadata yang sama. Beberapa situs pencari plagiarism tadi juga bisa dipakai untuk reverse image search.


Itulah tadi beberapa tips untuk agar kita tidak menjadi plagiator maupun jadi korban plagiarisme. Kerasnya industri kreatif memang membuat ide begitu berharga di saat kreativitas kita terus diperas.

Sebagai orang yang beradab, kita perlu memberikan cantuman sumber terhadap tiap karya yang kita bagikan. Karena kamu sendiri pasti tidak mau kan kalau karya yang sudah dibuat susah-susah, justru diklaim oleh orang lain sampai memberikan mereka keuntungan.

“To steal ideas from one person is plagiarism; to steal from many is research.” - Steven Wright

Rekomendasi Bacaan

Simpan sekarang, beli nanti. Kami akan memberitahumu jika harga turun!