Welcome Citizen!

Simpan sekarang, beli nanti. Kami akan memberitahumu jika harga turun!

Welcome Citizen!

Setup your account or continue reading!

Settings

Idul Adha Saat Pandemi, Ini Ragam Perbedaan & 5 Aplikasi untuk Ber-qurban!

Tetap khusyuk saat Idul Adha meski pandemi.

Sumber Foto: Qurbanbatam

Semenjak adanya pandemi Covid-19, banyak hari raya keagamaan di tahun ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tak terkecuali Idul Adha 2020 yang jatuh pada tanggal 31 Juli. Pasalnya, pandemi masih belum usai, tapi pemerintah sudah menetapkan peraturan new normal, sehingga aktifitas bisa kembali berjalan dengan batasan protokol kesehatan yang ketat.

Jika sebelum pandemi, merayakan Idul Adha artinya berkurban dengan menyembelih atau memotong hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba, di mana sebelumnya melaksanakan shalat berjamaah di lapangan atau masjid besar adalah hal yang lumrah. Kamu juga bisa dengan mudah menyaksikan penyembelihan hewan kurban dari dekat. 

Meski berbeda, tapi euforia pelaksanaan Idul Adha saat pandemi tidak boleh surut. Apa saja perbedaan dan hal yang perlu kamu perhatikan? Berikut ProductNation berikan sedikit ulasan untuk membantumu saat merayakan Idul Adha saat pandemi.

1. Shalat Idul Adha saat Pandemi

Biasanya, shalat Idul Adha dilaksanakan di pagi hari, mengikuti waktu ibadah para jemaah haji di tanah suci Mekah. Untuk umat Islam di tanah air, penyelenggaraannya pun dilakukan bersama-sama di sebuah lapangan atau mesjid besar. Sayangnya, pelaksanaan shalat Idul Adha saat pandemi kali ini menjadi pro dan kontra. Lantas, bagaimana pelaksanaan sholat Idul Adha saat pandemi?

  • Shalat berjamaah di rumah bersama keluarga

Terutama, jika daerah tempat kamu tinggal, termasuk ke dalam zona merah berdasarkan pemetaan penyebaran virus corona, maka dianjurkan untuk kamu melaksanakan sholat Idul Adha di rumah saja bersama keluarga. Hal ini tentunya merupakan salah satu protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, untuk menjaga penyebaran covid-19 agar tidak semakin meningkat dan mencegah diri dari penularan.

Berdasarkan pelaksaan Idul Fitri tahun ini yang juga di masa pandemi, beberapa masjid melalui DKM-nya membagikan link zoom, di mana kamu bisa tetap melakukan sholat eid, walaupun melalui video streaming. Meski demikian, pastikan kamu sekeluarga tetap menjaga kebersihan ruang-ruang dalam rumah, serta menciptakan suasana khidmat ketika melaksanakan shalat Idul Adha.

  • Shalat di masjid dengan protokol kesehatan

Sedangkan untuk kamu yang tinggal di daerah zona hijau, pemerintah masih memperbolehkan untuk melakukan ibadah shalat Idul Adha di mesjid dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Di bawah ini adalah protokol kesehatan yang perlu dijalankan,

    • Diwajibkan menggunakan masker dan membawa hand sanitizer saat akan berangkat ke masjid atau tempat shalat.
    • Sebelum memutuskan untuk shalat berjamaan di masjid, sebaiknya mengukur suhu tubuh di rumah. Jangan memaksakan diri, jika suhu tubuhmu terbilang demam atau di atas suhu normal.
    • Bawa peralatan shalat sendiri, mulai dari sajadah, mukena, sarung dan peci. Lebih baik, kamu juga sudah ber-wudhu dari rumah, agar tidak terjadi penumpukan antrian di tempat wudhu.
    • Selalu jaga jarak saat melaksanakan shalat. Biasanya setiap mesjid sudah menandai silang, pada area yang tidak bisa digunakan untuk shalat.
    • Berangkat lebih pagi, karena bisa jadi kuota untuk melakukan shalat berjamaah terbatas.
    • Tempat pelaksanaan shalat sebaiknya disebar dan dipecah, sehingga tidak hanya memusat pada satu mesjid atau lapangan besar saja. Kamu perlu cari informasi mengenai hal ini, beberapa hari sebelum hari Idul Adha.
    • Hindari bersalamaan atau kontak fisik dengan orang lain. Pastikan menjaga physical distancing sesama para jemaah.
    • Kotak amal tidak boleh diedarkan. Sebagai gantinya, kamu tetap bisa bersedekah secara online lewat aplikasi yang sesuai.

2. Membeli Hewan Kurban

Berkeliling dari satu tempat ke tempat penjualan hewan kurban, kemudian memilih dan membelinya secara langsung, adalah salah satu metode yang sering dijalani menjelang hari Idul Adha di masa sebelum pandemi. Dengan adanya pandemi Covid-19, beberapa prosedur atau kebiasaan menjadi berubah, termasuk ketika memilih dan membeli hewan kurban.

Jika dulu membeli hewan kurban secara online belum terlalu familiar, kini metode alternatif ini menjadi sangat membantu. Penggunaannya yang masif ketika menyambut perayaan Idul Adha merupakan bentuk kesadaran masyarakat di saat pandemi seperti ini.

Nah, jika kamu ingin beralih dan memanfaatkan metode pembelian hewan kurban secara online, berikut ini ada beberapa aplikasi yang bisa kamu pilih. Tidak perlu khawatir, karena kualitas hewan kurban sudah terjamin, bahkan membantu dalam menyalurkannya kepada yang membutuhkan.

  • Dompet Dhuafa - Kualitas hewan kurban terjamin dengan pendistribusian yang merata

Kelebihan (+) Merupakan lembaga yang sudah ternama dan terpercaya
(+) Memiliki sumber daya manusia yang sudah terlatih
(+) Menangani semua hal yang berkaitan dengan kurban
(+) Ada banyak fitur selain berkurban

Lembaga filantropi Islam yang sudah berdiri selama 26 tahun ini memiliki program layanan kurban yang terjamin dari tahun ke tahun. Mereka menjamin keseluruhan programnya mengusung kelancaran aktifitas ibadah kurban, mulai dari pemilihan peternak terpercaya, persediaan hewan kurban yang berkualitas dan sesuai syariat, proses pemotongan, hingga pendistribusian yang merata ke berbagai daerah di Indonesia.

Dalam Dompet Dhuafa ini terdapat 4 program yang bisa kamu pilih sesuai kemampuan, yakni,

    • Program kurban standar dengan kambing atau domba berbobot 23-28 kg
    • Program kurban premium dengan kambing/domba berbobot di atas 35 kg
    • Program 1/7 sapi dengan bobot 250-300 kg (bobot 1 sapi)
    • dan Program 1 sapi dengan bobot 250-300 kg (bobot 1 sapi).

Cocok untuk melengkapi ibadah Idul Adha saat pandemi seperti ini, kan?

  • Pasar Qurban - Fasilitas praktis mencari hewan kurban dengan harga terbaik

Kelebihan (+) Praktis dengan bentuk aplikasi di Android
(+) Wadah transkasi dalam bentuk marketplace
(+) Interaksi langsung antara pembeli dan penjual secara online
(+) Variasi harga beragam
Kekurangan (-) Tidak menyediakan jasa pemotongan dan pendistribusian

Mencari dan memilih hewan kurban yang tepat hanya dari ponsel, hal inilah yang memjadi fokus dari Pasa Qurban yang merupakan salah satu aplikasi di Android yang bisa kamu download melalui google play store. Aplikasi ini jelas merupakan solusi untuk kamu yang ingin membeli hewan kurban, tapi takut atau terkendala karena pandemi saat ini.

Tidak hanya berguna bagi calon pembeli, aplikasi ini juga memudahkan proses pemasaran hewan kurban bagi para penjual hewan kurban. Aplikasi buatan Daarussalam Learning Center ini, menghubungkan pembeli yang mencari hewan kurban, baik itu sapi, kambing, dan kerbau, yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan dengan penjual. Dalam aplikasi ini pembeli bisa melihat harga berikut daerah asal peternak atau penjual hewan kurban, sehingga jika pembeli tertarik, bisa langsung bertanya via chat yang sudah disediakan dan melakukan aktifitas tawar menawar.

  • Kitabisa - Layanan qurban dengan biaya murah

Kelebihan (+) Diklaim sebagai layanan kurban berbiaya murah
(+) Proses distribusi ke seluruh daerah di Indonesia
(+) Data transparan dengan laporan dan foto hasil kurban

Kitabisa adalah salah satu situs crowdfunding yang cukup tenar di media sosial terutama tahun ini, karena mereka memiliki banyak program yang juga membantu golongan masyarakat yang berdampak dengan adanya pandemi covid-19 ini. Saat ini mereka juga menyediakan layanan kurban yang bisa kamu manfaatkan dengan biaya yang cukup jelas dan murah terjangkau.

Ada 3 jenis program yang bisa kamu gunakan,

    • Seekor kambing dengan harga Rp. 1,49 juta
    • 1/7 ekor sapi dengan harga Rp. 1,85 juta
    • dan seekor sapi dengan harga Rp. 12,7 juta.

Situs ini juga membantu kamu dalam mendistribusikan hasil potong hewan kurban yang sudah kamu pilih ke kalangan masyarakat yang tepat sasaran di seluruh daerah di Indonesia. Salah satu kelebihan dari Kitabisa adalah transparansi data yang dilengkapi dengan laporan berikut foto hasil kurban yang akan dikirimkan melalui email pengguna. Jadi buat kamu yang ingin berkurban tidak perlu khawatir, karena selain praktis tapi juga aman dengan situs ini.

  • Tokopedia - Marketplace yang bekerjasama dengan lembaga terpercaya

Kelebihan (+) Salah satu marketplace no. 1 di Indonesia
(+) Bekerjasama dengan lembaga terpercaya dalam penyelenggaraan Idul Adha
(+) Mudah diakses
(+) Terdapat varian program menarik

Siapa yang tidak mengenal Tokopedia? Marketplace atau e-commerce satu ini memang sudah terpercaya dan menjadi salah satu no. 1 yang sering digunakan masyarakat Indonesia untuk untuk proses jual beli secara online.

Menjelang Idul Adha, kini, Tokopedia juga memiliki layanan penyedia hewan kurban yang bisa kamu manfaatkan untuk menjalani ibadah berkurban tahun ini. Bekerjasama dengan lembaga-lembaga terpercaya dan sudah tersertifikasi, seperti Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), Rumah Zakat, Eco Qurban, dan sejenisnya, maka kualitas hewan kurban dan pendistribusiannya tidak perlu diragukan lagi. Bahkan Tokopedia juga ikut membantu menyosialisasikan berkurban sesuai dengan protokol Covid-19, yang bisa kamu baca pada situs mereka.

  • SmartQurban - Menghubungkan pembeli hewan kurban dengan peternak terdekat

View this post on Instagram

A post shared by Qurban 2020 #BukanWacana (@smartqurban) on

Kelebihan (+) Layanan daerah terdekat
(+) Bisa dikirim ke rumah atau disalurkan ke pihak yang membutuhkan
(+) Kualitas hewan terjamin

Aplikasi dari Ternaknesia ini menjadi wadah untuk mempertemukan calon pembeli dengan peternak yang berada pada lokasi terdekat. Terdapat fitur daerah yang bisa kamu pilih sebagai calon pembeli hewan ternak. Layaknya marketplace pada umumnya, pembeli dapat melihat berbagai variasi hewan kurban yang diperdagangkan, lengkap dengan informasi harga, lokasi, ketersediaan stok, hingga bobot hewan kurban.

Dibandingkan dengan aplikasi lainnya, kelebihan aplikasi SmartQurban ini adalah membebaskan pembeli untuk memilih sistem distribusinya. Apakah ingin dikirimkan langsung ke rumah pembeli, kemudian dipotong dan didistribusi sendiri, ataukah menggunakan fitur distribusi yang disalurkan dari pihak SmartQurban kepada pihak yang membutuhkan. Cukup fleksibel bukan?

3. Prosedur Pemotongan Hewan Kurban

Hukum islam untuk pemotongan atau penyembelihan hewan kurban, yaitu sunnah muakkadah. Hal ini merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi yang mampu melakukannya, dan jika ditinggalkan menjadi makruh. Biasanya, pemotongan hewan kurban ini dilakukan dalam satu area khusus yang sudah disiapkan pihak penyelenggara kurban, di mana hewan kurban di potong sesuai dengan nomor urut yang sudah ditentukan, dan disaksikan oleh banyak orang termasuk orang yang berkurban.

Namun, Idul Adha saat pandemi kali ini, pemerintah sudah menetapkan prosedur berbeda saat proses pemotongan hewan kurban yang tentunya mengacu pada protokol kesehatan pandemi covid-19. Hal ini tentunya, tidak semua orang bisa melakukan dan menyaksikannya.

Dilansir dari Kompas.com, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan protokol mengenai pemotongan hewan kurban saat pandemi, agar mencegah penularan virus Corona. Apa saja poin-poinnya? Berikut ini detailnya.

    • Pihak yang melakukan proses penyembelihan (panitia kurban) harus saling menjaga jarak (physical distancing) dan kontak fisik antara satu sama lain.
    • Menghindari adanya kerumunan, khususnya bagi pihak yang tak berkepentingan.
    • Tidak hanya saat pemotongan, panitia kurban harus menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan meminimalisasi kontak fisik saat mengantarkan daging pada pihak penerima, dan sebelum pulang.
    • Pihak panitia kurban bisa bekerja sama dengan rumah potong hewan sesuai dengan Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal.
    • Jika poin sebelumnya tidak bisa terwujud, maka panitia kurban diwajibkan untuk melakukan penyembelihan di area khusus dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, dan protokol kesehatan, mulai dari area, sanitasi hingga lingkungan.
    • Pelaksanaan hewan kurban dilakukan maksimal selama 4 hari.
    • Tetap mempertimbangkan protokol kesehatan saat pemotongan hingga pendistribusian daging.

Hal lain juga bisa kamu baca selengkapnya pada laman resmi MUI.


Kesimpulan

Itu dia tiga poin mendasar yang menjadi perbedaan pelaksaan Idul Adha sebelum dan saat pandemi Covid-19. Meski kita sedang berada di masa pandemi, tapi bukan berarti beribadah menjadi halangan, terutama Idul Adha yang dilaksanakan setahun sekali.

Teknologi menjadi sarana baru untuk mewujudkan rangkaian ibadah Idul Adha tahun ini, mulai dari shalat eid, pembelian hewan kurban hingga proses pemotongannya agar bisa terlaksana dengan lancar. Semoga dalam menjalankan Idul Adha 2020 ini tetap khusyuk, dipenuhi berkah, dan jangan lupa selalu taati protokol kesehatan yang ada.

Suka menulis produk menarik & teratas misalnya? Menulislah untuk kami!

End of Article