Sumber Foto : Rachmad Bagus (era.id)

 

Tak terasa kita tengah hampir sampai di penghujung bulan Ramadhan. Itu artinya hari kemenangan akan kita raih dalam beberapa hari lagi. Wah, jadi tak sabar ingin segera marayakan Hari Raya Lebaran kan? Momen Lebaran memang merupakan momen yang berharga dan selalu dinantikan.

Hal ini dikarenakan pada hari tersebut ada beberapa tradisi yang tidak dilakukan pada hari-hari biasa. Dan beberapa diantaranya mungkin dilakukan hanya sekali dalam setahun saja. Nah, dalam artikel kali ini ProductNation akan menyajikan ulasan mengenai tradisi lebaran di Indonesia yang damai, kekeluargaan, dan pastinya unik. Penasaran? Yuk, mari langsung saja simak ulasan lengkapnya berikut ini!

  • Pergi mudik ke kampung halaman mengunjungi sanak famili

Sejak tahun 1970 tradisi mudik Lebaran tengah dikenal sebagai tradisi terbesar yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya. Tak heran apabila jumlah pemudik pun terus bertambah hingga puluhan juta setiap tahunnya. Mudik dilakukan oleh mereka yang merantau ke kota untuk kembali ke kampung halamannya dalam kurun waktu yang singkat.

Biasanya pada musim mudik, biaya transportasi meningkat, dan jalanan menjadi sangat macet. Hal tersebut merupakan ciri khas dari tradisi yang satu ini. Walaupun terkesan tidak menyenangkan, namun hal tersebut bukanlah menjadi sebuah penghalang bagi pemudik untuk tetap bisa bertemu sanak saudara di daerah asal.

Tak hanya bisa melepas rindu bersama keluarga besar, mudik juga dapat dijadikan sebagai waktu refreshing dari rutinitas kerja. Hari cuti Lebaran yang berlangsung lebih lama daripada hari libur lainnya, menjadikan mudik sebagai waktu yang tepat untuk liburan bersama keluarga atau sahabat.

  • Persiapan sebelum solat Idul Fitri dan mengenakan baju Lebaran

Tradisi yang satu ini bisa dibilang unik karena orang-orang biasanya akan membeli pakaian, sepatu, dan alat ibadah baru yang semuanya akan dipakai pada hari Lebaran. Hal ini memang wajar mengingat momen Idul Fitri merupakan momen yang spesial. Jadi sudah sepantasnya kita menyiapkan yang terbaik di hari suci ini.

Memakai baju baru tentu boleh-boleh saja asalkan baju tersebut tidak berlebihan. Malah menurut sunah Rosulullah SAW, saat akan pergi solat Idul Fitri kita dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik yang kita miliki. Selain itu kita juga diperintahkan agar mandi, keramas, menggunting kuku, dan memakai wewangian sebelum melaksanakan solat Ied.

Hal ini tentu saja agar badan bersih dan segar. Dengan melakukan anjuran-anjuran tersebut kamu berarti telah melaksanakan sunah Rosullullah dan InsyaAllah akan mendapatkan pahala. Tapi tidak perlu khawatir jika kamu tidak memiliki baju lebaran yang baru. Cukup kenakan saja pakaian lama terbaik yang kamu miliki.

  • Bersilaturahmi dan melakukan sungkeman

Di Hari Raya Idul Fitri harapannya kita semua mendapatkan berkah dan kembali suci seperti saat pertama dilahirkan. Nah agar lebih afdol dan berkahnya bertambah, dilakukanlah kegiatan silaturahmi dan sungkeman. Sungkeman biasanya dilakukan setelah menunaikan solat Idul Fitri. Sungkeman merupakan kegiatan saling bermaafan sambil memberi doa satu sama lain. Posisi sungkeman dilakukan dengan cara bersimpuh kepada orangtua atau orang yang lebih dituakan.

Setelah acara sungkeman selesai, silaturahmi bisa dilanjutkan dengan mengunjungi sanak saudara, tetangga, teman dan sahabat untuk saling bermaaf-maafan. Caranya tak hanya dengan datang langsung mengunjungi rumah. Silaturahmi juga dapat dilakukan dengan mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” baik melalui telefon, chatting, e-mail, dan berbagai media sosial lainnya.

  • Makan bersama keluarga dengan makanan khas Lebaran

Kebahagiaan akan semakin bertambah dengan hidangan menu yang spesial di Hari Raya. Meja makan terlihat dipenuhi berbagai menu khas Lebaran yang enak-enak. Nah, menu utama yang paling wajib ada yaitu ketupat. Makanan berbahan dasar beras ini merupakan makanan yang menjadi simbol ikonik perayaan hari Lebaran.

Tak hanya sebagai sumber karbohidrat, tapi ternyata hidangan ikon Lebaran ini menyimpan makna penting yang melekat dengan Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya anyaman cangkang ketupat yang tumpang tindih dan berbelit-belit menggambarkan masalah dan kesalahan yang kita lakukan dalam hidup. Sementara tali anyaman yang tidak putus-putus mencerminkan tali silaturahmi yang penting untuk kita jalankan.

Ketupat biasanya tidak dimakan begitu saja, tapi ditemani dengan opor ayam, sambel goreng ati, dan kerupuk udang. Nafsu makan pun akan meningkat saat menikmati kuah opor yang gurih dan suiran ayam yang nikmat. Nah setelah puas menikmati makanan berat, biasanya kue menjadi pilihan makanan pencuci mulut terbaik.

Ada berbagai macam kue khas Lebaran yang bisa kamu nikmati, diantaranya seperti kue nastar, kastangel, putri salju, lidah kucing dan lain sebagainya. Semuanya tentu memiliki rasa yang enak. Nah mumpung Lebaran masih beberapa hari lagi, kamu bisa membuat kue favorit keluarga dari sekarang atau mungkin membelinya secara online.

  • Memberikan angpao untuk anak-anak

Tradisi memberikan angpao saat Lebaran merupakan tradisi yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT selama ini. Dengan berbagi diharapkan semoga rezeki kita berkah dan dapat bertambah. Nah, biasanya angpao diberikan untuk anak kecil. Jumlah nominal uang yang diberikan biasanya akan tergantung dengan umurnya.

Kegiatan memberikan angpao bukan hanya merupakan ladang amal untuk orang yang memberikannya loh! Angpao juga dapat memberikan anak-anak kebahagiaan dan sebuah pelajaran. Diantara pelajaran yang ingin disampaikan dalam pemberian angpao adalah mengajarkan anak untuk menghargai susahnya mendapatkan uang. Selain itu angpao juga dapat mengajarkan anak untuk gemar menabungkan uangnya sendiri sekaligus mengajarinya cara merencanakan penggunaan uang yang baik.

  • Melakukan ziarah kubur

Ziarah ke makam orangtua atau keluarga yang telah meninggal juga telah menjadi tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia baik menjelang ataupun saat di Hari Raya Idul Fitri. Tujuan ziarah kubur adalah untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal. Selain itu ziarah kubur dapat mengingatkan kita untuk meningkatkan ibadah dan kualitas iman masing-masing sebelum kembali ke Sang Khalik.

Dalam ziarah kubur biasanya kuburan akan dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan dedaunan kering yang ada di atasnya. Selanjutnya kuburan di taburi berbagai macam jenis kembang. Terakhir, kuburan disirami air dari ujung ke ujung sambil membacakan doa. Nah, semoga dengan ziarah ini doa-doa kita dapat sampai dan di kabulkan oleh Allah SWT ya!

Itulah ke enam tradisi yang umumnya dilakukan masyarakat Indonesia selama hari Lebaran dan selalu dinantikan. Semoga di hari yang fitri nanti kita mendapatkan berkah dan dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Tetap semangat berpuasa, menahan hawa nafsu, dan memperbanyak amal baik di bulan yang baik ini supaya kita bisa meraih kemenangan bersama-sama ya guys!

Tentang rifa

authoress

Recommended Reading

Simpan sekarang, beli nanti. Kami akan memberitahumu jika harga turun!